Life For Islam

Hayya Bil Jihad.

play rubik with me ;)

study, eat, solve, sleep, pray

Death Note

| L | Kira | Misa |

Allah SWT and Prophet Muhammad SAW

Best of all.

WD rubik competitions

My memory, competitions rubik @jogjakomptek 2011

Glider of Hacker emblem

About half the hackers this idea was alpha-tested on instantaneously said "Wow! Cool!" without needing any further explanation. If you don't know what a glider is, or why it would make a good emblem, or if you're dubious about having an emblem at all, read the FAQs page.

Tampilkan postingan dengan label cerita islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 November 2011

Perjalanan ke Jepara

Assalamu'alaikum wr. wb
kembali saya disini untuk mengisi blog ini.. wkwkwk
kali ini saya akan bercerita tentang kisahku disaat berpergian,berwisata,berkunjung atau apalah di tempat Budhe at Jepara. Beberapa waktu yang lalu, saya dan keluarga di Klaten mengunjungi Budheku di Jepara. Perjalan yang lumayan jauh. Kami berangkat dari rumah pukul 05.00, dengan 10 orang. Berangkat melewati boyolali, lanjut salatiga,semarang,kudus,demak, dan sampai lah ke Jepera. namun, disini saya akan menceritakan tentang perjalanannya. Banyak pemandangan yang bisa dinikmati, dan disetiap kota memiliki pemandangan yang berbeda-beda. Pertama di Boyolali, kami disuguhi pemandangan buah durian yang banyak di setiap pohonnya, dan dilengkapi dedaunan yang rindang di setiap pohon. Lanjut ke salatiga, disitu kami mendapati pemandangan yang sedikit aneh namun itulah khas dari Kota Salatiga, yahhh.. Berpindah ke Semarang.. Menaiki perbukitan, melewati jalan tol, dipinggir di iringi air yang mengalir jernih di sungai. Banyak bangunan  megah, besar, namun ada juga bangunan kecil, kumuh, dan bahkan miris untuk ditinggali. Sungguh, keadilan yang memihak. Tapi itulah kehidupan, tak disebut besar bila tak ada yang lebih kecil, tak disebut kecil bila tak ada yang lebih besar.
Lanjut lagi, saat kita tiba di dataran Kudus, dingin namun tak membuatku menggigil. Sejuk. Banyak bangunan masjid disini, begitu indah.. Subhanallah. Bangunan yang indah. Ingin rasanya untuk melangkahkan kaki kesasana, tapi tujuan kami masih jauh. Maka, perjalanan pun berlanjut, tak terasa telah sampai kekota Demak...to be continued.... :D

Minggu, 06 November 2011

Keutamaan Shalat Dhuha

“Setiap ruas jari salah seorang di antara kalian wajib untuk disedekahi setiap hari. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, mengajak kepada kebaikan adalah sedekah, dan mencegah dari kemungkaran juga sedekah. Dan semua itu bisa tercukupi (setara) dengan dua raka’at yang dia lakukan di waktu Dhuha.” [HR Muslim 720]

“Dalam tubuh manusia ada 360 ruas tulang. Maka wajib baginya setiap hari untuk menyedekahi atas masing-masing ruas tulang tadi dengan suatu sedekah.” Para sahabat bertanya, ‘Siapa yang mampu melakukannya, wahai Rasulullah?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Dahak yang kamu lihat di dalam masjid lalu kami menimbunnya, atau sesuatu yang (mengganggu) kamu singkirkan dari jalan (termasuk sedekah), kemudian apabila kamu tidak mampu, maka dua raka’at di waktu Dhuha sudah mencukupi bagimu.” [HR Ahmad dan Abu Daud]

“Wahai anak Adam, ruku’lah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku mencukupimu di akhir siang” [HR At-Tirmidzi 475]

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita, dia berkata :”Tidak ada yang memelihara shalat Dhuha kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah (Awwaab)”. Dan dia mengatakan, “Dan ia merupakan shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah (Awwaabin)”. [HR Ibnu Khuzaimah II/228 dan Al-Hakim I/314]

“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” [HR Ath-Thabrani ]

by HAA ikhwan

Qurban, oh Qurban

Jangan lupa membagikan artikel ini setelah membacanya

Seorang pedagang Qurban, menceritakan ke seorang sahabat...
Setelah melayani pembeli, saya melihat seorang ibu sedang memperhatikan dagangan kami, dilihat dari penampilannya sepertinya tidak akan membeli apa-apa. Namun saya coba menghampiri dan menawarkan...
Silahkan, Bu..."
Ibu itu menunjuk, “Kalau yang itu berapa harganya?” Ibu itu menunjuk hewan yang paling murah.
"Kalau yang itu harganya 600.000 rupiah, Bu...", jawab saya.
"Harga pasnya berapa?", si Ibu bertanya lagi.
"500.000 saja. Harga seperti itu untung saya kecil, Bu, tapi tidak apa-apa...", jawab saya.
Ibu itu memelas, “Uang saya cuma ada 450.000, boleh?”.
Waduh, saya bingung, karena itu harga modal kami, akhirnya saya putuskan, “Tidak apa-apa...
Saya pun mengantar hewan ibu. Ketika sampai di rumah ibu tersebut, astaghfirullaah, Allahu Akbar, terasa menggigil seluruh badan demi melihat keadaan rumah tersebut. Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan Ibunya dan satu orang anaknya di rumah gubuk berlantai tanah. Saya tidak melihat tempat tidur/kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh.
Di atas dipan sedang tertidur seorang nenek tua kurus. 
Mak! bangun mak, nih liat Sumi bawa apa...", Ibu tersebut membangunkan beliau.
Perempuan tua itu terbangun. 
"Mak Sumi sudah membeli kambing untuk emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid, ya, Mak".
Orang tua itu terkejut namun bahagia, sambil mengelus-elus kambing... 
Orang tua itu berucap, "Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga emak qurban."
Kemudian Ibu tersebut berkata, “Ini uangnya, Pak, maaf bila saya menawar terlalu murah, saya hanya tukang cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau saya niatkan buat qurban ibu saya."
Duhai Allah, ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hambaMU yang satu ini. HambaMU yang Miskin Harta tapi dia kaya Iman.
Seperti bergetar bumi ini setelah mendengar niat dari ibu ini.  Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan dengan hambaNYA yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya!
Penulis : Andri Shiddiq

Senin, 24 Oktober 2011

Keaajaiban Medan Magnet Di Madinah

Ada sebuah wilayah di utara Madinah yang merupakan tempat wisata warga sekitar, letaknya di balik Gunung Uhud, sekitar 25 kilometer utara pusat kota Madinah. Jalan raya di sana menuju kuldesak, jalan buntu. Banyak warga camping di sini. Jangan dibayangkan sama seperti di Indonesia, di mana tempat perkemahan biasanya merupakan lahan hijau nan penuh rumput dan pepohonan. Di utara Madinah ini, lahan tempat campingnya adalah sebuah tanah lapang tandus, padang pasir, dengan pohon dan semak sesekali dikelilingi oleh bukit batu. Daerah ini berada di luar batas tanah haram.

Warga Madinah yang ingin melakukan perkemahan atau sekadar jalan-jalan biasanya membawa tenda sendiri dan berkendaraan pribadi. Mereka juga membawa makanan sendiri. Persis tradisi rakyat Indonesia di era tahun 1970-an yang sering melakukan piknic di pinggir jalan dengan beralaskan tikar dan makan-makan seadanya, duduk bersama di bawah pohon.

Wilayah ini termasuk wilayah tersubur di Madinah, selain di Quba. Jalannya berkelak-kelok, berbeda dengan jalan-jalan raya kebanyakan di sini yang lurus-lurus. Yang tumbuh ditanahnya juga kurma terbaik di Jazirah Arab, kurma Nabi atau Kurma Ajwa. Dinamakan demikian karena diyakini pohon kurma tersebut dahulu langsung ditanam Rasulullah. DI masa dahulu, wilayah ini merupakan tempat uzlah atau menyepi bagi mereka yang tengah berselisih pendapat agar bisa mendapat ketenangan.

Namun, yang membuat wilayah ini terkenal ke seantero jagad bukanlah karena wilayah yang disebut sebagai perkampungan putih (Mantheqa Baidha) ini dijadikan tempat wisata, melainkan keajaiban alamnya yang hanya ada di segelintir tempat di dunia. Banyak orang percaya bahwa di daerah ini terdapat sebuah medan magnetik yang sangat kuat dan besar.

Fenomena alam yang luar biasa ini bisa dirasakan sepanjang lima kilometer ruas jalan dari ujung aspal sampai pintu masuk ke daerah ini. Jalan ini sendiri berakhir di lima deret bukit yang mengelilingi wilayah tersebut. Jalannya turun naik. Namun kendaraan yang menuju perbukitan jalannya hanya bisa pelan, seolah ada yang menahan. Sebaliknya, dari arah perbukitan, walau jalannya tidak menurun tetapi turun naik, semua kendaraan akan berjalan dengan cepat bahkan bisa sampai 120km/jam walau persneling dibebaskan. Bahkan kendaraan dimatikan pun akan tetap melaju sekencang itu.

Ini tentu bukan isapan jempol. Beberapa jamaah Indonesia sempat membuktikan cerita itu. Eramuslim sendiri mencoba untuk mengetes apakah memang ada medan magnet atau sekadar tipuan mata. Dengan sebuah bus besar, rombongan kami melalui daerah ini. Sesaat menjelang masuk ke wilayah yang dikatakan ada medan magnetiknya, guide Kami menyerukan agar handphone yang ada segera dimatikan untuk menghindari hilangnya data. Semua penumpang mengeluarkan ponselnya dan mematikan. Kecuali ponsel milik Eramuslim. Kami ingin mengecek benar tidaknya himbauan guide kami tersebut.

Sesaat kemudian, guide kami berseru, “Inilah saatnya…”. TIba-tiba bus besar yang kami tumpangi memposisikan free pada roda gigi busnya…dan bus pun berhenti. Tak sampai beberapa detik, bus yang tadinya berhenti dan masih di free roda giginya tiba-tiba bergerak perlahan. Kian lama kian kencang. Hingga ajaib, kendaraan yang Kami tumpangi melaju dengan kecepatan 90 kilometer per jam sejauh tiga kilometer!

Sang pemandu perjalanan Kami mencoba menerangkan fenomena unik. Dia mengatakan bahwa kemungkinan besar bukit-bukit yang ada di sekitar mengandung magnet yang kuat, sehingga bisa menarik tiap logam ke arahnya.

Kami pun mengecek ponsel yang tidak Kami matikan. Ternyata benar. Ponsel Kami tidak bekerja dan bahkan banyak data hilang di dalamnya. Kami jelas sedih, tapi rasa takjubnya jauh lebih besar. Subhanallah… Allahu Akbar! Kami telah membuktikannya. Dan bagi siapa saja yang pergi haji atau umroh dan melalui wilayah ini, segera matikan ponsel Anda dan bersiap menikmati pengalaman yang tidak terlupakan. Jangan lupa, matikan ponsel Anda, atau data-data di dalam ponsel akan banyak yang hilang….

Kian Besar Kian Cepat

Menurut warga sekitar, kecepatan kendaraan yang bisa ditarik oleh medan magnet di wilayah ini bisa berbeda-beda. Semakin besar dan berat kendaraan yang melintas, maka akan semakin cepat magnet menariknya hingga bisa sampai 120 kilometer perjam sejauh lima kilometer! Sudah banyak yang membuktikan hal tersebut. Ada sejumlah orang yang datang dengan kendaraan berbeda dan membuktikannya.

Bukit Gravitasi

Tidak banyak tempat di seluruh dunia yang memiliki medan magnetic seperti di Madinah ini. Tempat serupa ada di Korea Selatan, Yunani, Australia, timur Amerika, dan juga di sekitar Gunung Kelud, Jawa Timur. Hanya saja, kekuatan magnet di daerah-daerah tersebut tidaklah sekuat yang ada di Madinah.

Siapa pun bisa mengalami hal ini dengan mengunjungi langsung wilayah tersebut. Namun bagi yang belum bisa merasakan sendiri, silakan menonton fenomena unik ini dengan mengklik situs youtube dengan menulis ‘Gravity Hills’ atau ‘Magnetic Hills’ di kolom pencariannya. Yang jelas, keajaiban ini seharusnya mampu menambah kecintaan kita kepada Allah, yang telah menciptakan alam semesta seisinya dengan kesempurnaan yang tiada cela sedikit pun.

Catatan haji eramuslim 1428 H

Ikuti Saya Coba Dech!